Si Pelukis Andal
Aku bertemu dia. Dia yang punya senyum cantik mengalahkan mawar merah di tangannya, 14 Februari lalu. Dia yang selalu manis, dia yang selalu tertawa, dan dia yang aku inginkan. Menyesalah kalian semua telah meninggalkanya. Tapi beruntungnya aku, karena sekarang dia milikku. Aku juga selalu ingin bersamanya, selama-lamanya. Terima kasih telah hadir dengan kuas ajaib di jemarimu yang jelita. Melukis penuh warna dalam pikiranku yang kian penuh tentangmu. Nadira Khalisah , aku harap kamulah jawaban atas semua bisikanku untuk Tuhan . Amin… Bogor , 17 Februari 2026.